Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspada! Lakukan Pencegahan Hipoglikemi Pada Bayi Anda

Hipoglikemi pada bayi menjadi perhatian utama bagi setiap tenaga kesehatan. Seperti kita ketahui bahwa keadaan bayi ketika gres lahir harus dipantau dengan ketat. Bayi harus selalu dalam kondisi prima dan bisa melewati masa-masa penting, khususnya beberapa jam sehabis melahirkan. Hipoglikemia bayi sering terjadi pada ketika gres dilahirkan, Hipoglikemia atau kekurangan kadar gula dalam darah bisa beresiko terhadap kerusakan otak pada bayi.

 menjadi perhatian utama bagi setiap tenaga kesehatan Waspada! Lakukan Pencegahan Hipoglikemi pada Bayi Anda

Untuk menghindari kekurangan kadah gula dalam darah, banyak rumah sakit yang memperlihatkan susu formula pada semua bayi yang gres lahir. Tindakan ini bahwasanya bisa dipahami, namun memperlihatkan susu formula pada bayi gres lahir bisa mengakibatkan banyak masalah. Kebanyakan bayi gres lahir tidak memerlukan susu formula. Pemberian susu formula lewat botol mengganggu proses menyusui kedepannya. Pemberian susu formula mengesankan bahwa susu yakni obat penting untuk bayi.

Fakta Hipoglikemi pada Bayi 

Langkah terbaik untuk menghidari hipoglikemi yakni dengan memperlihatkan asi sedini mungkin. Perlu dikatahui bahwa ASI khususnya colostrom mempunyai kandungan yang jauh lebih lengkap daripada susu formula. Dengan sedikit colostrom saja, maka bayi sudah bisa terhindar dari problem hipoglikemia.

Meletakan bayi dengan ibu sedini mungkin bisa menghindari hipoglikemi pada bayi. Kontak kulit antara ibu dan bayi dianjurkan terjadi sedini mungkin. Sampai ketika ini, tidak ada standar umum wacana nilai kadar gula pada bayi. Dengan alasan keamanan nilai standard gula darah pada bayi selalu ditingkatkan. Hal ini sangat absurd lantaran setiap rumah sakit bisa tetapkan standar mereka sendiri.

Pemeriksaan kadar gula darah yang terbaik yakni dengan memeriksanya di laboratorium. Pemeriksaan dengan kertas periksa gula darah tidak dianjurkan, lantaran karenanya cenderung lebih rendah dari hasil yang sebenarnya. Bila bayi mengalami kekurangan gula darah bukan serta merta bayi akan mengalami kerusakan otak.

Sama menyerupai tumbuh insan berilmu balig cukup akal bayi mempunyai prosedur tersendiri untuk bisa survive. Tubuh bayi mempunyai kemampuan untuk melindungi otak. Bila kekurangan kadar gula darah tubuh bayi akan melepaskan tubuh keton, asam lemak bebas dan asam laktat. Pemberian colostrom pada bayi bisa meningkatkan kadar tubuh keton dalam tubuh bayi.

Bila bayi lahir dalam keadaan normal dan cukup bulan, maka investigasi kadar gula darah tidak diperlukan. Namun demikian, lantaran adanya ketakutan akan hipoglikemi pada bayi yang berlebihan, kebanyakan rumah sakit melaksanakan investigasi gula darah yang bahwasanya tidak perlu. Bukan saja tidak perlu investigasi ini mengakibatkan suasana tegang baik bagi staff maupun bagi ibu si bayi.

Menurunnya kadar gula darah pada bayi yang gres saja dilahirkan yakni sesuatu yang normal. Pada kenyataannya kadar gula darah bayi tersebut akan naik dengan sendirinya meskipun tidak disusui. Bila ibu si bayi tidak menderita penyakit diabetes, maka bayi tidak mempunyai resiko penurunan kadar gula dalam darah.

Meski bayi mempunyai tubuh yang besar bayi tidak beresiko hipoglikemia kalau ibunya tidak bermasalah dengan diabetes militus. Bayi yang mempunyai berat tubuh randah dibanding dengan usia kehamilannya pun tetap bisa memelihara kadar gula dalam darahnya.

Cara Mencegah Hipoglikemi

Untuk mencegah terjadinya Hipoglikemi pada bayi maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes type 1, yaitu diabetes yang tergantung pada suntikan insulan maka baginya harus dipantau dengan ketat. Hal ini lantaran bayi akan mengalami perubahan besar letika lahir, lantaran sebelumnya ia mempunyai kadar gula darah tinggi sama menyerupai ibunya.
  • Ibu hamil yang menderita diabetes harus mendapat penanganan yang sempurna.
  • Ibu melahirkan dengan problem diabetes harus ditangani dengan seksama.
  • Di negara Australia dan Selandia baru, penderita diabetes yang akan melahirkan dianjurkan untuk memeras colostrom dan pribadi diberikan kepada bayi yang gres lahir. Bila bayi lahir mengalami kekurangan gula maka bayi diberi colostrom dan bukan diberi susu formula.
  • Pemberian cairan glukosa melalui ingtravenous harus dilakukan dengan hati-hati. Bila daya toleransi ibu rendah maka hal ini akan berdampak pada bayi.

Penanganan yang Tepat bagi Penderita Hipoglikemi

Bila kekawatiran akan terjadinya penurunan kadar gula darah tetap tinggi meski santunan ASI dengan benar sudah diberikan, maka cara paling tepat bukanlah dengan memperlihatkan susu formula tetapi dengan memberika Glukosa intravenous. Pemberian susu formula untuk mencegah penurunan kadar gula darah rendah pada bayi tidaklah tepat. Hal ini disebabkan lantaran kebanyakan bayi akan memuntahkan susu formula yang diberikan khususnya pada ketika ia gres dilahirkan.

Setiap kamar bersalin ada baiknya disediakan ASI. Dengan ketersediaan ASI setiap ketika maka bayi bisa mendapat asupan gizi setiap saat. Meski bayi sedang mendapat penanganan khusus lantaran kasus hipoglikemi pada bayi, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memperlihatkan asupan ASI.

Sumber : https://bidanku.com/

Posting Komentar untuk "Waspada! Lakukan Pencegahan Hipoglikemi Pada Bayi Anda"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel