Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Menghindari Yang Haram Dengan Mengenali Istilah Babi Pada Makanan Kemasan

Menghindari kuliner haram banyak keuntungannya untuk kesehatan 

Gara-gara sepenggal cerita di film “Jilbab Traveler, Love Sparks in Korea”, tiba-tiba muncul impian untuk menulis wacana topik ini. Bukan wacana filmnya, melainkan wacana bagaimana caranya seorang traveler muslim mencari kuliner halal di negeri yang lebih banyak didominasi penduduknya bukan muslim.


Jika seorang muslim berpergian ke destinasi wisata yang lebih banyak didominasi penduduknya juga muslim menyerupai Istanbul, Cairo, atau Dubai, kuliner niscaya tak akan jadi masalah. Tapi, ini Korea. Negeri dimana jumlah penduduk muslimnya sedikit, hanya sekian persen dari total penduduk.

Sebagai gambaran, di supermarket kita sering menemukan mie instant impor dengan goresan pena abjad kanji. Entah itu impor dari Cina, Jepang atau Korea. Kita niscaya tertegun, mie instant ini halal nggak ya ? Yang sanggup kita lakukan ketika itu hanyalah mencari Logo Halal dari MUI. Jika tidak ada logo halal, berarti taruh lagi kuliner tersebut ke rak. Biarpun katanya enak.

Itu kalau di Indonesia. Nah kalau kejadiannya di supermarket luar negeri yang lebih banyak didominasi penduduknya non muslim, bagaimana caranya untuk mengetahui sebuah kuliner kemasan itu mengandung babi atau tidak ?

Istilah babi pada kuliner kemasan

Di negeri yang lebih banyak didominasi penduduknya non muslim, babi atau kuliner yang mengandung babi, lumrah dikonsumsi.  Salah satu cara menghindari kuliner haram ialah dengan mengenali istilah yang berarti babi atau unsur dari babi pada label kemasan makanan.

Makanan kemasan biasanya mencantumkan dengan terang materi ataupun kandungan kuliner tersebut. Termasuk beberapa istilah yang artinya merujuk pada hewan gendut itu. Malahan kadang kadang ada juga yang terang-terangan mencantumkan gambar babi … (Buueehh, lihat gambar dibawah).

 Menghindari kuliner haram banyak keuntungannya untuk kesehatan Tips Menghindari Yang Haram Dengan Mengenali Istilah Babi Pada Makanan Kemasan

Nah berikut ialah beberapa istilah pada kemasan kuliner yang sanggup berarti babi, atau mengandung unsur babi.

Istilah Babi
Arti Istilah
Pig
Hewan babi (arti umum)
Pork
Daging babi
Hog
Jenis babi besar yang sudah dewasa
Boar
Babi liar, babi hutan
Lard
Minyak dari lemak babi
Bacon
Daging asap tipis, biasanya terbuat dari babi
Ham
Daging babi dari penggalan paha
Sow
Babi betina dewasa
Sow Milk
Susu babi
Porcine
Sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi
Bak
Daging babi dalam kuliner China, jadi hati-hati bila makan bakso dan bakpao di Cina
Cu Nyuk
Daging babi dalam siomay dan bubur
Zhu Rou
Daging babi dalam Bahasa Mandarin (Rou berarti daging)
Char Siu
Babi barbeque dari Kanton
Dwaeji
Varian daging babi dalam kuliner Korea
Butaniku
Daging babi dalam bahasa Jepang
Yakibuta
Babi barbeque dari Jepang, biasanya untuk topping ramen
Nibuta
Hidangan terbuat dari bahu babi
Tonkatsu
Katsu Babi
Tonkotsu
Ramen Jepang yang mengandung lemak, tulang, dan kolagen babi
B2
Sebutan untu kuliner berbahan daging babi di kawasan Batak dan Yogyakarta
Khinzir
Istilah babi dalam bahasa Arab atau Melayu

Itulah beberapa istilah abnormal yang berarti babi atau mengandung unsur babi, yang mungkin kita temukan pada label / kemasan makanan. Semoga bermanfaat dalam upaya menghindarkan diri kita dari kuliner yang tidak halal.

Simak juga : 11 Makanan Yang Dianjurkan Agar Cepat Hamil

Oh ya, inilah official trailer film Jilbab Traveler, Love Sparks in Korea.


Pada akhirnya, Korea bukanlah Turki. Seoul juga berbeda dengan Istanbul. Tapi keduanya ialah bumi Allah, jadi jangan takut untuk mendatanginya hanya alasannya ialah soal makanan. Bukankah selalu ada cara untuk mengatasi semua duduk kasus ?

Posting Komentar untuk "Tips Menghindari Yang Haram Dengan Mengenali Istilah Babi Pada Makanan Kemasan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel