Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Menghindari Obat Palsu

Cara menghindari obat palsu

Peredaran obat palsu di pasaran kini ini banyak diberitakan media masa. Obat palsu ini sangat beresiko dan merugikan masyarakat konsumen. Kualitas obat palsu tersebut tidak sanggup dipertanggungjawabkan.

 Peredaran obat palsu di pasaran kini ini banyak diberitakan media masa 7 Cara Menghindari Obat Palsu
Infografis : Metrotvnews.com

Obat palsu dibentuk dengan tidak memenuhi syarat baku (standar) pembuatan obat. Artinya, obat palsu dibentuk dengan materi aktif yang tidak sesuai dengan standar produk obat, materi aktif dibawah standar (substandard), atau bahkan tidak mengandung materi aktif sama sekali.

Seperti pepatah ada gula maka ada semut. Begitu pula halnya dengan obat. Obat ialah produk yang sanggup mendatangkan keuntungan. Sehingga banyak oknum yang tergiur menangguk untung dengan cara menciptakan obat palsu.

Agar obat palsu tidak gampang dikenali, ia dikemas semirip mungkin dengan aslinya. Baik kemasan, materi kemasan, bentuk, warna dll.

Oleh karenanya, menghindari obat palsu  menjadi makin penting dan mendesak. Menghindar dalam arti membeli obat palsu atau pun menggunakan obat palsu.

Berikut ini ialah 7 cara menghindari obat palsu yang sanggup Anda terapkan :

#1. Beli obat di Apotik atau Toko Obat yang mempunyai ijin
Agar terhindar dari mendapatkan obat palsu, kita harus selektif dalam membeli obat. Belilah obat hanya dari dua daerah yaitu : apotik atau toko obat berizin.

Obat yang dijual di apotik biasanya berasal dari biro obat resmi yang ditunjuk oleh perusahaan farmasi (Pharmaceutical company). Apotik mempunyai izin yang resmi dari dinas kesehatan setempat dan dibawah pengawasan seorang apoteker. Sehingga biasanya obat yang berasal dari apotik sanggup lebih terjamin kualitas dan keasliannya.

Untuk obat dengan resep dokter belilah obat hanya di apotek,

Selain di apotik, obat juga sanggup didapatkan di toko obat. Tapi perlu diperhatikan, dengan semakin menjamurnya toko obat, maka perlu lebih selektif dalam menentukan toko obat. Lihat dulu apakah toko obat tersebut mempunyai izin pendirian atau tidak.

#2. Cermati obat yang akan kita beli
Untuk membedakan secara sekilas apakah obat itu obat orisinil atau obat palsu, coba cermati label obat yang akan kita beli.

Pertama, lihat apakah obat tersebut mempunyai nomor register dan Nomor Ijin Edar (NIE) dari BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Nomor register tersebut terdapat pada kemasan strip atau kotak obat dan terdiri atas 15 digit.

Kedua, perhatikan produksi dan tanggal kadaluarsanya. Biasanya pada kemasan obat tertulis ED atau Expired Date.

Ketiga, cermati juga label pada kemasan yang berisi keterangan mengenai nama obat, nama produsen, batch code number dll.

#3. Hati-hati dengan obat berharga murah
Harga obat sanggup menjadi petunjuk apakah itu obat orisinil atau obat palsu. Jika perlu lakukan survey kecil-kecilan soal harga obat yang akan kita beli. Jika untuk obat sama, harganya di suatu daerah ternyata jauh lebih murah, maka patut di curigai bahwa itu ialah obat palsu. Tak ada salahnya waspada meski ini tak sanggup selalu dijadikan patokan.

#4. Cermati kebersihan dan keutuhan kemasan. 
Langkah ini perlu dilakukan mengingat tidak sedikit obat palsu yang bersumber dari obat-obatan kadaluarsa dan obat-obatan yang sudah dibuang di daerah sampah kemudian dibersihkan lagi sementara penanda berupa tanggal kadaluarsa dll dihapus atau diganti.

Perhatikan juga keutuhan kemasan, apakah masih tersegel dengan baik atau tidak. Jangan terima kalau sudah cacat.

#5. Minta Keterangan Apoteker
Saat mendapatkan obat, dianjurkan bertemu pribadi dengan apotekernya untuk minta keterangan mengenai obat tersebut. Bila perlu minta pula nama dan nomor telepon si apoteker sehingga kalau ada kecurigaan atau keraguan mengenai obat tersebut, sanggup segera minta penjelasannya.

#6. Musnahkan segera obat sisa atau obat kadaluarsa dengan cara menghancurkannya dan merusak kemasannya, semoga tidak dimanfaatkan atau dijadikan obat palsu oleh pihak yang bertanggung jawab.

#7. Sampaikan pada dokter jikalau tak ada kemajuan sehabis minum obat. Dokter tentu lebih paham mengenai orisinil atau palsu sebuah obat.

Sejatinya obat dipakai untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Baik obat herbal maupun obat kimia, mestinya telah di uji baik khasiat dan pengaruh sampingnya.

Baca juga : Ini Dia 7 Kelebihan Obat Herbal

So, be aware of oknum yang tidak bertanggung jawab yang merusak  dan menggandakan obat yang mestinya telah diuji itu.

Posting Komentar untuk "7 Cara Menghindari Obat Palsu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel